





| Pendahuluan / Introduction |
|
|
|
|
Reflecting of the values of mankind, pencak silat is a cultural system integrated to the environment as well as the human life Pencak silat has been therefore accepted and recognised by the international community as an activity that can unite people all over the world. Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri yang berdiri sejak tahun 1955, terlahir dari langkah perjalanan panjang Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo (alm) dalam menuntut ilmu serta menggabungkan berbagai aliran pencak silat yang ada di Indonesia dan juga luar negeri yaitu Cina, menjadi sebuah bentuk bela diri yang harmonis dan lengkap sehingga dapat dipelajari oleh berbagai kalangan di berbagai penjuru dunia. Seiring dengan perkembangan pencak silat, Kelatnas Indonesia Perisai Diri memiliki andil besar dalam mengembangkan pencak silat ke berbagai penjuru di Indonesia yang pada akhirnya menghantarkan Kelatnas Indonesia Perisai Diri sebagai salah satu Perguruan Historis di Indonesia, yang merupakan pendiri induk organisasi oleh raga pencak silat, yaitu Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri that was founded in 1955, after the long journey of Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo devoted to deepening various models of martial art in Indonesia as well as in China,in order to create a harmonious and complete self defence art that people can learn easily. In line with the development of pencak silat, Kelatnas Indonesia Perisai Did has been playing an important role in developping pencak silat through out Indonesia being one of the founder of IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesi: Indonesian Pencak Silat umbrella organisation), which then makes an Historical Pencak Silat Organization in Indonesia.
Sesuai dengan wawasan pembangunan pencak silat yang bertujuan meningkatkan kualitas diri dan mengejar kemajuan dalam mempelajari dan melaksanakan pencak silat bagi kemajuan masyarakat, maka Kelatnas Indonesia Perisai Diri akan menggelar kejuaraan yang bertaraf internasional yang bertajuk 6th Perisai Diri International Championship 2010, yang merupakan salah satu ajang untuk menunjukan eksistensi Kelatnas Indonesia Perisai Diri dalam bidang olah raga bela diri di Indonesia dan seluruh dunia. Considering the aim of pencak silat i.e. improving the quality of life a better understanding, and implementing pencak silat for the betterment of mankind - Kelatnas Indonesia Perisai Diri is organising the 6th Perisai Did International Championship 2010 under the theme: PERISAI DIM FOR WORLD PEACE. This will be a opportunity to show the existence of Kelatnas Indonesia Perisai Diri in the self defence sport world in Indonesia and abroad. Perisai Diri International Championship (PDIC) yang rencananya akan kami laksanakan untuk ke-6 kalinya merupakan bagian dari program pengembangan jangka panjang yang berkesinambungan dan berkelanjutan dari kejuaraan yang selama ini telah dilaksanakan, yaitu: The 6th Perisai Did International Championship (PDIC) 2010, part of a long term organization development program follows up the previous championships, as follow:
600 pesilat (athletes) from Indonesia and overseas are expected to take part in the Championship and which will be held in Padepokan Nasional Pencak Silat TMII, (capacity up to 5000 supporters) and be broadcasted by national Selain sebagai sarana untuk mengukur kemam-puan atlit Perisai Diri dalam prestasi, kejuaraan ini juga merupakan suatu wadah silaturahmi untuk mempererat tali kekeluargaan diantara sesama anggota Kelatnas Indonesia Perisai Diri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan negara lain. Oleh karena itu, prinsip asah, asih, asuh diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan kejuaraan ini. This event, apart from its function as a tool to explore the performance of the Perisai Diri athlete (pesilat), is also as a media of communication and gathering between the members of Kelatnas Indonesia Perisai Diri from Indonesia and abroad. Thus, the principle of silih asah (mutual practice), silih asih (mutual respect), and silih asuh (mutual concern), is expected to be implemented during the event. Hal lain yang diharapkan adalah munculnya rasa kebersamaan dan kebanggaan dari seluruh anggota keluarga, baik dalam negeri maupun luar negeri karena telah menjadi bagian dari seni budaya bangsa Indonesia pada umumnya, serta Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri pada khususnya, sehingga semangat untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan Kelatnas Indonesia Perisai Diri demi terwujudnya perdamaian dunia semakin berkobar. It is also expected that this event will further create shared feelings and pride among all the participants, for being an integral part of Kelatnas Indonesia Perisai In this regard, it will encourage the spirit of preserving, caring, and developing Kelatnas Indonesia Perisai Diri for world peace.
|